SEKTOR PERTANIAN & KEHUTANAN
Potensi lahan di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung masih sangat besar untuk pengembangan kawasan pertanian,
sebagai contoh terdapat lahan yang tidak diusahakan sebesar 6% dari potensi
yang ada, dan ada lahan lainnya yang juga belum dimanfaatkan sebesar 23%,
artinya upaya pengembangan pembangunan pertanian masih sangat dimungkinkan
melalui perluasan areal tanam dengan penambahan bahan baku lahan dan
optimalisasi lahan yang ada. Pengembangan potensi pada sektor pertanian juga bertujuan
untuk meningkatkan pendapatan petani dan meratakan pembangunan pedesaan. Upaya
yang sudah dijalankan pemerintah ke arah itu adalah melalui penerapan program
intensifikasi, ekstensifikasi , diversifikasi dan rehabilitasi.
Subsektor Tanaman
Pangan dan Hortikultura
Untuk Jumlah produktivitas padi
sawah pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 1,06 % atau sebesar
3,77 ton perhektar. Sedangkan padi ladang mengalami penurunan dari tahun
sebelumnya sebesar 0,98% atau sebesar 1,93 ton.
Produktivitas tanaman palawija untuk
komoditas ubi kayu, ubi jalar dan jagung pada tahun 2011, ubi kayu mengalami
kenaikan sebesar 1,02% atau sebesar 14,98 ton , untuk ubi jalar mengalami
penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 0,98% atau sebesar 7,66 ton demikian
halnya dengan jagung juga mengalami penurunan sebesar 0,99% atau sebesar 3,07 ton. Manggis dan
Nanas adalah komoditas andalan sektor Hortikultura.
Subsektor Perkebunan
Luas areal
perkebunan besar kelapa sawit tahun 2011 tercatat seluas 49.382.04 Ha dengan
jumlah produksi mencapai 328.881,06 ton. Sedangkan Lada
mencapai 36.512,75 Ha dengan jumlah produksi 747.925,31 ton.Sementara luas
areal perkebunan karet mencapai 42.025,48 Ha dengan jumlah produksi 44.481,65
ton.
Ketersediaan
lahan untuk investasi 40.746,2 Ha.
Subsektor Pertanian dan Peternakan
Sektor
Peternakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendapatkan perhatian
khusus mengingat bahwa kebutuhan daging dan kecukupan produksi ternak sangat
penting untuk memperbaiki gizi masyarakat sebagai salah satu sumber protein
hewani . Populasi ternak potong mengalami penurunan dari tahun 2010,
seperti sapi pada tahun 2011 ini penurunan sebesar 0,86% atau sebanyak 8.578
ekor.
Sedangkan
populasi unggas pada umumnya juga mengalami penurunan dari tahun 2010 kecuali
ayam pedaging ada sedikit kenaikan sebesar 1,038% atau sebanyak 7.418.210 ekor.
Potensi
Investasi untuk ternak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih berpotensi
pada ternak ayam pedaging yang berlokasi di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
Subsektor Kehutanan
Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung memiliki kawasan hutan seluas 685.940,04 Ha
yang terdiri dari:
| No. | Kawasan Hutan | Luas (Ha) | Persen (%) |
| 1. | Hutan Konservasi (HK) | 34.376,69 | 5,011 |
| 2. | Hutan Lindung (HL) | 203.584,32 | 29,68 |
| 3. | Hutan Produksi (HP) | 447.979,03 | 65,31 |
Sumber : BPS
Perkiraan
Luas Kawasan Hutan Dan Areal Penggunaan Lain Di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung:
Terdapat juga Lahan kritis dan Sangat kritis di beberapa kawasan hutan dan di Luar kawasan hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung :
|
No.
|
Kab/Kota
|
Kawasan Hutan (ha)
|
APL
|
Jumlah
|
|||
|
HK
|
HP
|
HL
|
Jumlah
|
||||
|
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. |
Bangka
Bangka Barat Bangka Selatan Bangka Tengah Belitung Belitung Timur Pangkalpinang |
17.325,84
6.665
1.712
6.068,80
2.605,05
0
0
|
65.091,56
86.020 134.275
63.930,50
41.410,64 57.251,33 0 |
18.097,21
29.305
18.115
51.662
40.010,93 46.394,18
0
|
82.435,50
115.325 154.102
121.661,30
84.026,62
103.645,51 0 |
196.148
143.474
206.606
110.505 135.562 167.077 8.940 |
278.583
258.799
360.708 232.166,3 219.588,62
270.722,51
8.940 |
Terdapat juga Lahan kritis dan Sangat kritis di beberapa kawasan hutan dan di Luar kawasan hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung :
Di Kawasan Hutan :
| No. | Kabupaten/Kota | Lahan Kritis | Sangat Kritis |
| 1. 2. 3. |
Bangka
Selatan Bangka Barat Bangka |
12.882 11.242 93.125 |
12.317 1.407 - |
Di Luar
Kawasan Hutan terdapat di kabupaten Bangka Selatan :
Lahan
Kritis : 1.481 ha
Agak
Kritis: 56.208 Ha
Sumber : BPS
Subsektor kehutanan
di Pulau Bangka dan Belitung menghasilkan berbagai jenis hasil hutan antara
lain kayu meranti, kayu mandaru dan kayu bulat.
Peluang
investasi sektor kehutanan dalam hal pemanfaatan lahan kritis dengan membangun
perumahan dan pembangunan infrastruktur lainnya, PLTS, dan bisa juga untuk
perkebunan lainnya.
SEKTOR PERINDUSTRIAN &
PERDAGANGAN
Pada tahun
2011 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didominasi oleh kelompok industri
pangan yaitu sebanyak 2.530 unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota ,
terbanyak di kabupaten Belitung Timur dengan 761 unit usaha . Penyerapan tenaga
kerja di sektor industri mencapai 25.922 orang dimana penyerapan tenaga
kerja paling besar adalah dikelompok industri kimia dan bahan bangunan yaitu 9.549
orang.
Di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat jenis usaha industri kecil dan
menengah yang berada di kabupaten/ kota . Pada tahun 2011, industri
pangan berjumlah 2.530 unit usaha, industri sandang dan aneka berjumlah 191
unit usaha, industri
logam mesin dan elektronika berjumlah 1.647 unit usaha , industri kimia, bahan bangunan
berjumlah 1.783 unit usaha dan industri kerajinan berjumlah 589 unit usaha.
Industri
yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah industri kerajinan yang dapat
menunjang sektor pariwisata seperti : kerajinan pewter, akar bahar, batu satam,
renda, kopiah resam, dan rotan. Saat ini industri menengah yang telah dikelola
seperti industri tepung kaolin, batu granit, pembuatan batu bata yang bahannya
berasal dari bahan galian golongan C, juga industri pengolahan karet, kelapa sawit,
pengolahan kayu dan pendukung usaha perikanan yaitu pabrik es. Beberapa jenis
industri yang sangat cocok untuk dikembangkan antara lain:
Peluang
Pengembangan Industri
Berbasis Hasil Perkebunan
Berbasis Hasil Perkebunan
| No. | Komoditi | Industri yang telah ada | Industri Potensial dikembangkan | |
| 1. | Lada | Sortasi Lada | - Tepung
Lada - Ekstraksi minyak lada |
|
| 2. | Kelapa Sawit | Crude Palm Oil | - Minyak Goreng - Margarine - Sabun |
|
| 3. | Kelapa | - Minyak
kelapa, santan awet,
- Sari kelapa,
kecap kelapa - Sabut kelapa pengisi jok kendaraan - Arang tempurung kelapa |
||
Peluang
Pengembangan Industri
Berbasis Sumber Daya Perikanan
Berbasis Sumber Daya Perikanan
| No. | Komoditi | Industri yang telah ada | Industri Potensial dikembangkan |
| 1. | Perikanan Laut | - Industri kecil pangan hasil laut - Pembekuan ikan, udang, cumi-cumi (cold storage) - Pembersihan ikan, udang dan cumi-cumi |
a)
Industri pengolahan hasil perikanan - Industri pengalengan ikan - Industri cold storage - Industri pabrik es kapasitas 100-200 ton/hr b) Industri galangan kapal kapsitas 10 - 30 GT c) Industri pembuatan alat tangkap (jaring, pancing, lali polyethtline/PE) |
Peluang
Pengembangan Industri
Berbasis Sumber Daya Pertambangan
Berbasis Sumber Daya Pertambangan
| No. | Komoditi | Industri yang telah ada | Industri Potensial dikembangkan |
| 1. | Timah | - Industri peleburan bujih timah (smelter) |
-
Industri kerajinan pewter - Industri pengolahan kemasan kaleng |
| 2. | Kaolin | - Industri tepung kaolin | - Industri keramik - Industri cat |
| 3. | Pasir Kuarsa | - Industri pasir kuasa | - Industri gelas |
Kawasan
Pengembangan Industri
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
| No. | Nama Kawasan Industri | Dasar Hukum Pembentukan Kawasan | Luas Kawasan (Ha) | Bidang Kewenangan |
| 1. | Kawasan Industri Ketapang Pangkalpinang | Perda Kota Pangkalpinang No. 4 Tahun 1998 | +/- 440,00 | Pemkot Pangkalpinang |
| 2. | Kawasan Industri Kec. Muntok | Perda Kab. Bangka No. 9 Tahun 2001 | +/- 578,74 | Pemkab Bangka Barat |
| 3. | Kawasan Industri Perikanan Terpadu di Teluk Kelabat | Perda Kab. Bangka No. 11 Tahun 2002 | +/- 7.500,00 | Pemkab Bangka |
| 4. | Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat | Perda Kab. Bangka No. 3 Tahun 2005 | +/- 275,00 | Pemkab Bangka |
| 5. | .Kawasan Industri Suge, Desa Pegantungan, Kec. Badau | Perda Kab. Belitung No. 15 Tahun 2001 | +/- 500,00 | Pemkab Belitung |
| 6. | Kawasan Industri Desa Mangkubang dan Sukamandi, Kec. Manggar | - | +/- 2.500,00 | Pemkab Beltim |
| 7. | Kawasan Industri Khusus Perkapalan Lipat Kajang, Kec. Manggar | - | +/- 250,00 | Pemkab Beltim |
| Total Luas Kawasan | +/- 12.043,74 | |||
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki
beberapa komoditi unggulan yang menjadi andalan dalam sektor perdagangan dengan
berbagai negara tujuan, antara lain :
| No. | Jenis Komoditi | Negara Tujuan |
| 1. | Timah | Singapura, Malaysia, Netherland, Spanyol |
| 2. | Lada | Uni Eropa, India, Jepang, USA, Singapura |
| 3. | CPO | Malaysia |
| 4. | Perikanan | Jepang, Singapura |
| 5. | Bahan Galian Gol. C (Kaolin) | Jepang, Taiwan, Thailand |
Pembangkit listrik yang ada
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
PLN Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung tahun 2011 mengelola kapasitas pembangkit listrik
yang tersambung sebesar 302.417 KVA dengan daya terpasang sebanyak 89.392 KW.
Terjadi peningkatan daya terpasang seiring dengan peningkatan kapasitas
pembangkit energi listrik yang tersambung dibandingkan tahun lalu.
Jumlah
pembangkit listrik yang ada adalah sebanyak 58 unit dengan jumlah produksi
listrik yang dihasilkan sebesar 51.367.527 KWH. Pada tahun 2011 , jumlah
pelanggan listrik adalah 217.740 pelanggan .
Proyeksi Kebutuhan Listrik
Proyeksi
Kebutuhan Listrik pada tahun 2013 di Bangka Belitung sebesar 87,1%, merupakan
akumulasi dari kebutuhan listrik pada masing-masing sektor pengguna energi. Dan
kebutuhan listrik di dominasi oleh sektor usaha dan lainnya, disusul oleh dinas
dan instansi , sektor rumah tangga dan industri.
Peluang
Investasi Kelistrikan : Pembangkit Listrik Tenaga Termal.
SEKTOR PERTAMBANGAN
Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang potensial di bidang
pertambangan, karena terdapat banyak tanah yang mengandung mineral bijih timah
dan bahan galian yang tersebar dan merata, yaitu pasir kuarsa, pasir bangunan,
kaolin, batu gunung, tanah liat dan granit.
TIMAH
Provinsi
ini sudah dikenal sebagai penghasil timah putih (stanum) yang telah dikenal
luas di pasar internasional dengan merk dagang BANGKA TIN. Penambangannya
sebagian besar masih diusahakan oleh 2 (dua) perusahaan besar yaitu PT. Tambang Timah, Tbk dan PT. Kobatin. Namun jumlah
produksinya telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 9,7% dari
37.680,20 Sn menjadi 37.316,60 Sn pada tahun 2011.
Berdasarkan data data geologi hampir di
semua wilayah baik didarat maupun dilaut mempunyai cadangan timah yang dikenal
dengan istilah world’s tin belt (sabuk timah dunia).
BAHAN GALIAN C
| No. | Jenis Bahan Galian | Cadangan |
| 1. | Pasir Kwarsa | 1.482.301 Ton |
| 2. | Pasir Bangunan | 666.188,06Ton |
| 3. | Kaolin | 205.487,50 Ton |
| 4. | Granit | 55.508,29 M3 |
| 5. | Tanah Liat | 89.551,12 M3 |
PASIR KUARSA
Potensi cadangan pasir kuarsa
pada tahun 2011 sebanyak 1.482.301 ton terdiri dari 2.976 ton berada di Pulau
Bangka dan 1.479.325 ton berada di Pulau Belitung.
Jumlah dan Luas Usaha Pertambangan
Pasir Kuarsa di Kabupaten Belitung sebanyak 36 dengan luas usaha 5.254,71 Ha
masing-masing berada di kecamatan Gantung, Simpang Pesak dan Damar.
KAOLIN
Endapan Kaolin Di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung dijumpai pada beberapa tempat di antaranya di daerah Badau,
Dendang, Manggar, Membalong, Kelapa Kampit, dan wilayah lainnya. Kaolin ini
berwarna putih, berbutir halus, lunak, dan lengket apabila basah, sebagian
bersifat pasiran
BATU BESI
Di daerah Kabupaten Belitung Timur
Prov.Kep.Bangka Belitung terdapat sekitar 26 perusahaan skpkpd/kp batu besi
(hematite) dengan luas kp sekitar 1.536,20 ha.
ZIRKON
Zirkon di Kabupaten Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung diperkirakan terdapat bersamaan dengan endapan timah sekunder,
baik berupa endapan sungai maupun endapan pantai. Butirannya yang halus dan
warna yang bening agak sulit dibedakan dari butiran kuarsa yang banyak dijumpai
di seluruh wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagaimana endapan
timah, untuk mengetahui potensi zirkon ini perlu dilakukan penelitian dan
eksplorasi lebih lanjut.
MONASIT
Endapan monasit
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditemukan di Gunung Muntai. Menurut
Direktorat Sumber Daya Mineral (Peta Sebaran Mineral Logam P. Sumatera Bagian
Selatan, 1998), monasit di Gunung Muntai memiliki cadangan terukur sebesar
182,9 ton. Selanjutnya dalam pengamatan lapangan di Gunung Muntai dijumpai
banyak singkapan batu granit yang diduga mengandung monazit di bagian pinggang
dan puncak gunung, namun secara megakopis sangat sulit mengetahui kandungan
mineral tersebut dalam batu granit.